pada keajaiban malam
pada roti putih hari
pada musim yang ditunangkan
kutuliskan namamu
pada lazuardi rombengan
pada kolam legam mentari
pada danau gairah rembulan
kutuliskan namamu
pada keajaiban malam
pada roti putih hari
pada musim yang ditunangkan
kutuliskan namamu
pada lazuardi rombengan
pada kolam legam mentari
pada danau gairah rembulan
kutuliskan namamu
tak sabar aku mengikuti jarum jam. alangkah lambatnya waktu. ini jumat, sisa gaji masih melekat. ingin aku segera menjumpaimu, mempersatukan rindu. aku memang buaya darat, tapi denganmu aku tak punya cita-cita maksiat. yang ada hanya cinta, itupun tidak sesaat. bahkan ketika daku melarat dalam gawat darurat. (aku yakin kau tidak matre)
kutunggu kau di uki
sambil menyilang kaki
biar tak bikin keki
karena cuma sendiri
selesai sudah masa berpuasa[oh besok masih ada jumat, aku terlupa]
bukan cinta kilat
bukan cinta sesaat
bukan cinta maya
itu asmara nyata
Kita nggak perlu buru-buru kawin
Meski ada yang bilang sekarang musim kawin
Mending kita nngguin yang udah kebelet kawin
Sambil mamerin sepasang cincin …
Janganlah kita nonton di bioskop sayang
Karena ada yang bilang
Penonton film itu banyak yang bau bawang
Mending kita duduk berdua nonton wayang
gelap rasanya jagat ini / pesanmu tak datang lagi / hape anyar tak berfungsi / apakah pulsa sudah terisi
Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan … karena cinta adalah mengalami — seperti dikutip dari Dee oleh simbok yang suka menyendiri.
gendang gendut tali kecapi / dinda gendut kanda tak peduli / hari gini mencari sunyi / kakanda tahu itu soal hati